Senin, 24 April 2017

Soft Skill Bahasa Inggris

Perbedaan Some dan Any
Some

    Some/ beberapa digunakan pada kata benda yang bisa dihitung [countable noun] dan tidak bisa dihitung [uncountable noun]. Tetapi untuk kalimat Positif/Affirmative/Pernyataan, Penawaran, permintaan, dan pertanyaan jika kamu berharap pertanyaannya dijawab “Yes/ya”.
Contoh:
              - I have some friends to be visited next week.
              - The seller pour some milk into the porridge.
Any
   Any/ beberapa digunakan pada kata benda yang bisa dihitung [countable noun] dan tidak bisa dihitung [uncountable noun]. penggunaannya untuk kalimat negatif atau pertanyaan.
Contoh:
              - Have you got any bananas? No, we haven’t got any. But we’ve got some oranges.
              - Do you have any idea to solve this problem?

Perbadaan Much dan Many
Much

   Much digunakan untuk benda-benda yang tak dapat dihitung, dan untuk menghitungnya diperlukan suatu takaran/timbangan dan ukuran tertentu. Patokan suatu benda tidak dapat dihitung adalah jika untuk menghitungnya harus menggunakan alat bantu. seperti liter, rupiah, kilogram dsb.
Contoh:
              - You took too much sugar in your tea, it’s not good for your health.
              - We need much sand to build a big building.
Many
    Many digunakan untuk benda-benda yang bisa dihitung (countable noun)
Contoh:
              - How many fruit you take from refrigerator?
              - Many people asked me if I have got married or not.

Perbadaan A lot of dan A few
A lot of
   A lot of bisa digunakan baik untuk benda yang bisa dihitung maupun yang tidak bisa dihitung. Artinya bisa digunakan untuk mengganti posisi Many.
Yang membedakan dengan Many dan Much adalah bahwa kebiasaan penggunaannya.
Contoh:
              - I have a lot of friends who always stand by me.
              - How much money do you have? I have a lot of money.
A Few 
   A few atau Little artinya sedikit. A few untuk kata benda yang dapat dihitung.
Contoh:
             - Have got a few friends in a day.
             - I have saved a little money in this month.





Peraturan Article Dalam Bahasa Inggris : A, An, The
Penggunaan A dan An
     A/An termasuk kedalam indifinite article. Artikel ini digunakan unutk menunjukkan sesuatu yang sifatnya umum atau tidak spesifik. Kedua artikel ini digunakan ketika kita menunjukkan atau membicarakan sesuatu pertama kali. Dua-duanya digunakan untuk singular countable nouns. Contoh:
              - Can you play me a music?
Artinya : Seseorang menyuruh untuk memainkan musik. Musik disini tidak spesifik apa yang harus dimaikan. Bisa saja itu musik pop, rock, metal, atau bahkan dangdut. Yang terpenting adalah memainkan musik tidak peduli musik jenis apa.
       There is a policeman and a policewoman in front of your house. The policeman is wearing a brown shirt.
Artinya : Ingat article a/an digunakan ketika menunjukkan atau membicarakan sesuatu untuk pertama kalinya. Di kalimat pertama antara pembaca dan pendengar belum mengetahui polisi dan polwan yang dimaksud dalam pembicaraan. Tapi unutk kalimat kedua, mereka sudah mengetahui polisi yang dimaksud yaitu polisi yang ada didepan rumah. Oleh karena itu menggunakan article “the”.
         Article A digunakan untuk nouns yang berawalan dengan lafal atau bunyi konsonan.
 Contohnya : a man, a woman, a car, a university, dll.
        Article An digunakan untuk nouns yang berawalan dengan lafal atau bunyi vowel/vokal. Contohnya : an umbrella, an ant, an egg, an hour
Penggunaan The
       The adalah definite article. “The” digunakan sebelum singular dan plural nouns. Article ini juga digunakan pada countable dan uncountable nouns. Kata the digunakan ketika kita membicarakan sesuatu yang spesifik atau diantara pembicara dan pendengar nya sudah saling mengerti atau mengetahui tentang objek yang dimaksud.
Contoh:
              - Can you play the video?
Artinya : Video yang diminta untuk dimainkan oleh pembicara disini maksud nya adalah video yang sama-sama dimaksudkan oleh pembicara dan pendengar. Dan sudah spesifik dan jelas bagi mereka video mana yang akan dimainkan. Berbeda jika pembicara itu bilang “Can you play a video” yang memiliki arti pembicara menginginkan pendengar untuk memainkan video apa saja tidak ada penjelasan secara khusus dan terserah pendengar mau memainkan video yang mana.
CONTOH PENGGUNAAN A, AN, DAN THE
The
     - Jakarta is the capital city of Indonesia.
     - Monumen Nasional is Indonesia’s national monument.
     - I found the glasses you were looking for.
A/An
        - I saw a star tonight.
        - I had an omelette for breakfast today.
        - She ordered a drink inside the restaurant.


KALIMAT PASIF dan AKTIF SIMPLE PRESENT TENSE
    
Kalimat Pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan atau dikenai perbuatan.
 Berikut ini rumus untuk membuat kalimat pasif dalam simple present tense:
Positif          : Subjek + is/am/are + past participle/V3
Negatif        : Subjek + is/am/are + Not + Past Participle
Pertanyaan : is/am/are + Subjek + Past Participle
Ciri-ciri :
     1. Subjeknya sebagai penderita.
     2. Arti dari kata kerjanya berawalan di-, ter-, atau ,ter-kan.
     3. Kalimat pasif dalam bahasa Inggris selalu memakai kata kerja bentuk ke-3/past participle.
    Contoh :
                  Aktif : Lia Maemun makes a strawberry cake.
                  Pasif : A strawberry cake is made by Lia Maemun
                  Aktif : Rosinta writes a short story.
                  Pasif : A short story is written by Rosinta
       
      Pada kalimat aktif, si subjek yang melakukan pekerjaan atau perbuatan, sedangkan pada kalimat pasif si subjek yang dikenai pekerjaan atau perbuatan.
Pada kalimat pasif yang ditekankan adalah pekerjaannya atau perbuatannya/verbnya, dan tidak terlalu penting siapa atau apa yang melakukan perkejaan itu. Kita tidak perlu selalu memakai kata “by…/oleh…” dalam kalimat pasif.
Contoh:
-          His computer was stolen.
Pada contoh di atas, tidak terdapat kata “by…” dan kalimat pasif tersebut juga benar.
Contoh:
Aktif :  Anita repairs the work immediately.
            Anita does not repair the work immediately.
            Does she repair the work immediately?

Pasif : The work is repaired by her immediately.
            The work is not repaired by her immediately.
            Is the work repaired by her immediately?




Present Continous Tense

   
      Merupakan bentuk tense yang banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari dengan bahasa Inggris, layaknya present simple tense. Pada dasarnya, pengertian present continuous tense adalah sebuah bentuk kalimat yang digunakan untuk menyatakan kejadian yang sedang terjadi atau dilakukan pada waktu kejadian tersebut disampaikan atau dikatakan. Misalnya,Saya sedang melakukan kegiatan belajar pRumus Present Continuous Tense
       Rumus present continuous tense dapat dibedakan menjadi 3 rumus dasar, yang meliputi kalimat positif, kalimat negatif dan kalimat interogatif atau kalimat tanya. Berikut 3 rumus dasar present continuous tense:
       Kalimat Positif
       Subyek + ToBe1 + Verb 1-ing (Present Participle)
       Kalimat Negatif
       Subyek + ToBe1 + Not + Verb 1-ing (Present Participle)
       Kalimat Interogatif atau Kalimat Tanya
       ToBe1 + Subyek + Verb 1-ing (Present Participle)?
       Bentuk “tobe1” yang digunakan disini adalah bentuk dasar, yaitu am, are dan is. Tobe “am” digunakan untuk subjek I, tobe “are” digunakan untuk subjek You, they dan we. Sedangkan tobe “is” digunakan untuk subjek He, she dan it. Present continuous tense juga dapat digunakan pada kata atau kalimat dengan tipe Dynamic Verb. Artinya, kalimat tersebut harus menyatakan sesuatu yang sedang dilakukan atau terjadi. Tense ini tidak dapat digunakan untuk menyatakan kondisi ada saat ini.

Present Perfect Tense
      Merupakan suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan suatu aksi atau situasi yang telah dimulai di masa lalu dan masih berlanjut sampai sekarang atau telah selesai pada suatu titik waktu tertentu di masa lalu namun efeknya masih berlanjut.
Rumus :
              Positif     (+)          S + aux. verb(have/has) + V-3/past participle
            Negatif     (-)           S + aux. verb(have/has) + not + V-3/past participle
            Introgatif(?)           aux. verb(have/has) + S + V-3/past participle

Contoh kalimat :
                            (+) I have read the book
                                (-) I have not read the book
                                (?)Have I read the book?





Simple Past Tense
         Simple past tense adalah suatu bentuk kata kerja sederhana untuk menunjukkan bahwa suatu kejadian terjadi di masa lampau. Pada simple past tense, waktu kejadian (yesterday, last two days, last year) atau periode waktunya (for two months, for a day, for an hour) dapat disebutkan secara spesifik. Simple past tense juga dapat digunakan untuk membentuk conditional sentence tipe 2
Rumus Simple Past Tense
     Simple past tense dibentuk dari verb-2 (past tense) atau linking verb “Be” (was, were). Verb-2 merupakan bare invinitive (bentuk dasar verb) dengan tambahan -ed, -en, -d, -t, -n, atau -ne untuk regular verb atau bentuk yang tidak konsisten pada irregular verb.
     (Was) yang merupakan singular verb digunakan pada singular subject (seperti: I, she, he, it, Andi, dan the cat) kecuali “you”, sebaliknya were yang merupakan plural verb digunakan pada plural subject (seperti: you, they, we, Andi and Susi, dan the cats)

(+) S + Verb-2 (past tense)
(-)  S + did + not + bare infinitive
(?) Did + S + bare infinitive

Contoh :
(+)The teacher came
(-) The teacher didn’t come
(?) Did the teacher come?

Past Continuous Tense.   
     
Past continuous tense atau past progressive tense adalah suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu aksi sedang terjadi pada waktu tertentu di masa lampau.
    Berbeda dengan active voice – past continuous tense yang main verb-nya berupa present participle, main verb pada passive voice – past continuous tense berupa past participle
Past participle ditemani oleh auxiliary verb “be” berupa was/were dan “being”. Be disesuaikan dengan subject pada passive voice (= object pada active voice) — memenuhi subject-verb agreement. Adapun agent pada passive voice merupakan subject pada active voice
       Rumus Active Voice dan Passive Voice dalam past continuous tense
 S + was/were + present participle + direct object (Active Voice)
S (direct object) +was/were + being + past participle  (Passive Voice)
Contoh Active Voice :
            - My friend was baking bread when I came.
Contoh Passive Voice
            - Bread was being baked when I came.





Past Perfect Tense
       Seperti  active voice,  main verb passive past perfect tense juga berupa past participle dan diawali auxiliary verb “had”. Bedanya, passive past perfect tense mendapatkan tambahan auxiliary verb “been”.
Had digunakan untuk subject pada passive voice (= object pada active voice) apapun. Adapun agent pada passive voice merupakan subject pada active voice.

Rumus passive voice dalam past perfect tense
Active Voice
            S + had + past participle + direct object
Passive Voice
            S (direct object) + had + been + past participle

Contoh kalimat Aktif
            - They had used poison gas in World War I.
Contoh kalimat Pasif
            - Poison gas had been used in World War I.

Penggunaan Indefinite Pronouns

      Indefinite pronouns adalah kata ganti untuk orang, benda atau hal umum yang tidak spesifik.
         a). Some digunakan dalam suatu kalimat pernyataan yang positif
          contoh:
                       - I took some photos.
                       - There is some rice ini the bag.
                       - I have some one.
            some juga digunakan dalam kalimat tanya yang mengharapkan jawaban "yes".
            Contoh:
                         - Would you like some chocolate?
                         - Can/Have some coffee?
                         - Would you like some wine?

           b). Any digunakan dalam suatu kalimat pernyataan yang negatif.
            Contohnya:
                     -  I didn't take any photos.
                     - There isn't any butter loafed.
                     - I haven't any matches.
                Any juga digunakan dalam kalimat tanya.
              Contohnya:
                     - Have you any money?
                     - Did you see any snakes?
                     - Is there any sugar on the table?

Reflexive Pronoun
     Reflexive Pronoun adalah pronoun (kata ganti) yang digunakan untuk menyatakan bahwa subject (berupa orang atau hewan) menerima aksi dari verb (reciprocal action) pada suatu kalimat. Pronoun ini terdiri dari: myself, yourself, herself, himself, itself, pada bentuk singular, dan yourselves, ourselves, dan themselves pada bentuk plural. Bentuknya yang identik dengan intensive pronoun
Contoh Kalimat Reflexive Pronoun
   a.Singular
      Myself  = I‘m going to buy myself new jeans.
       Yourself = It’s essential to treat others like you treat yourself.
       Herself= She asked herself why she was easy to be panic.
       Himself = Hendri didn’t blame himself for the accident.
       Itself = The cat is licking itself.
  
 b.Plural
        Yourselves = Why don’t you watch yourselves on TV?
        Ourselves = We should give time for ourselves to take a rest.
        Themselves = The students ate cookies that they cooked by themselves.


Have Something Done
      Merupakan kalimat yang berbentuk pasif. “have something done” yaitu telah melakukan sebuah kegiatan.
Contoh :
“I cut my hair”
“I have my hair cut” 
Pada kalimat diatas terdapat suatu perbedaan dalam pengartiannya.
Pada kalimat “I cut my hair” artinya berarti bahwa “saya memotong rambut saya”, jadi yang memotong rambut tersebut adalah saya sendiri.
Pada kalimat “I have my hair cut” artinya bahwa saya memotong rambut dengan jasa orang lain. Jadi perbedaannya jika “I cut my hair” saya melakukan sendiri dan pada kalimat “I have my hair cut” rambut saya dipotong oleh orang lain.

Rumus “Have Something Done”.
(Have + Object + Past Participle)




Perhatikan beberapa contoh dibawah ini :
We didn’t want to cook so we had a pizza delivered
I had my car washed at that new place by the station
 I had my watch fixed
 Kalimat diatas yaitu contoh kalimat Have Something Done. Kalimat-kalimat tersebut memiliki arti sebagai  berikut:
                Kita tidak ingin memasak jadi kita akan pesan pizza.
                 Artinya: kita tidak ingin memasak, jadi kita memerlukan orang lain untuk mengantarkan pizza.
                Saya telah mencuci mobil saya di tempat yang baru di dekat stasiun.
                Artinya: saya telah mencuci mobil di tempat yang menyediakan pelayanan mencuci mobil.
                Saya telah menonton.
                Artinya: saya menonton tv untuk diri saya sendiri.
Causative Verb
          Causative verb
 adalah kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan bahwa  subject  tidak bertanggungjawab langsung terhadap aksi yang terjadi melainkan seseorang atau sesuatu yang lain yang melakukan aksi tersebut.

Fungsi dan Rumus Causative Verbs
          Kalimat causative verb terbagi menjadi 2 macam, yaitu active dan passive causative. Pada kalimat active causative verb, agent (yang mengerjakan aksi) diketahui. Sebaliknya, pada kalimat passive causative verb, agent biasanya tidak disebutkan.
Let, makehave, dan get merupakan causative verb yang umum digunakan
a. Let :
    membiarkan seseorang melakukan sesuatu
    Active:
    S + let + agent + action verb (bare infinitive) + …
    Contoh : The shepherd lets his sheep graze in the meadow.
b. Make
     memaksa atau sangat menyakinkan seseorang untuk melakukan sesuatu
     Active:
     S + (make-made) + agent + action verb (bare infinitive) + …
     Contoh : The manager makes her staff work hard.
c. Have
    memberi tanggung jawab kepada seseorang untuk mengerjakan sesuatu untuk subjek
    Active:
    S + (have-had) + agent + action verb (bare infinitive) + objec
    Contoh : Lala had her friend take her result test.
    Passive:
    S + (have-had) + object + action verb (V-3)
    Contoh : I had my house renovated last week




d. Get

    mirip dengan have namun dengan struktur kalimat yang berbeda
    Active:
    S + (get-got) + agent + action verb (to infinitive) + …
    Contoh : The boy got his cat to chase a mouse.
    Passive:
    S + (got) + object + action verb (V-3)
    Contoh : Yulia got her bedroom cleaned.

Determiner
     Determiner adalah kata atau kelompok kata yang ditempatkan di depan noun untuk membatasi makna noun tersebut. Di traditional grammar, determiner sering disebut limiting adjective, walaupun berbeda maknanya dengan adjective biasa.
     Fungsi  dari Determiner, yaitu untuk membatasi makna suatu noun atau memperjelas suatu noun.Contohnya “I watch Movie”, pada kalimat tersebut tidak jelas makna dari kata “Movie”. Berbeda jika ditambahkan determiner di depan kata “Movie” tersebut, Contohnya seperti “I watch a Movie”. Kalimat tersebut terbaca lebih jelas dari kalimat semula.
    Contoh soal Determiner
    Pilih determiner yang benar terhadap masing-masing kalimat.
    1. Bill doesn’t have (many/much) money.
    2. John would like (a few/ a little) salt on his soup.
    3. Dad bought (that/ those) cards yesterday.
Question tag
    Merupakan pertanyaan singkat di akhir kalimat/pernyataan yang digunakan untuk meminta persetujuan dari lawan bicara.
    Question tag hanya terdiri dari kata kerja bantu (auxiliary verb) dan subjek pronoun (I, you, she, he, it, they, dan we). Di bawah ini adalah beberapa ketentuan dalam membuat question tag.
- Jika kalimatnya positif, maka question tag-nya negatif
  Contoh:
            - You are beautiful, aren’t you?
- Jika kalimatnya negatif, maka question tag-nya positif
   Contoh:
            - You are not beautiful, are you?
 - Jika subjeknya I am, maka question tag-nya aren’t I. Namun, bila subjeknya I am not, maka question tag-nya am I.
    Contoh:
             - I am smart, aren’t I?
- Jika kalimatnya menggunakan kata kerja (verb), maka gunakan do/does untuk Verb 1 dan did untuk Verb 2 dalam membuat question tag-nya.
   Contoh:
            - You stay in Bandung, don’t you?



- Jika kalimatnya menggunakan modals, maka gunakan modals untuk question tag-nya. Khusus untuk modals have to, gunakan kata bantu do untuk question tag-nya.
   Contoh:
            - Sumanto can’t play piano, can he?
- Jika kalimatnya mengandung sebuah kata dengan arti negatif, seperti nobody, no one, seldom, nothing, hardly, barely, rarely, maka gunakan question tag positif.
  Contoh :
           - No one cares of me, do they?
-  Jika subjeknya everyone, everybody, someone, somebody, no one dan nobody, maka gunakan they dalam question tag.
   Contoh:
            - Somebody played the guitar last night, didn’t they?
-  Jika subjeknya everything, something, dan nothing, maka gunakan it dalam question tag.
    Contoh:
             - Everything should be ready, shouldn’t it?
-  Jika kalimatnya berupa perintah atau larangan, gunakan will you untuk question tag-nya.
   Contoh:
            - Close the door, will you?
- Jika kalimatnya dimulai dengan let’s, maka question tag-nya adalah shall we
  Contoh:
           - Let’s wash the car, shall we?

So dan Such

      Dalam bentuk kalimat bahasa Inggris, ‘So’ dan ‘Such’ adalah dua kata yang akan sering ditemukan. Keduanya termasuk ke dalam adverb of degree yang digunakan untuk menekankan kualitas dari seseorang atau sesuatu.
Contoh :
     He has a daughter’(Dia memiliki seorang putri)
    Kalimat tersebut adalah kalimat yang biasa atau normal, namun jika ditambahkan dengan salah satu diantara ‘So’ atau ‘Such’, maka akan memiliki makna yang berbeda, yaitu:
He has such a beautiful girl' (Dia memiliki seorang putri yang sangat cantik).
    Kalimat di atas memiliki penekanan tertentu sehingga memiliki arti yang berbeda. Disitulah fungsi ‘So’ dan ‘Such’ yaitu sebagai penekanan statement di dalam suatu kalimat.

       ‘So’ ditempatkan setelah adjective (kata sifat), adverb (kata keterangan) atau noun phrase yang diawali dengan determiner (many, much, few, little).
Contoh:
            - This company are so creative and active
       ‘Such’ diikuti oleh singular noun (kata benda tunggal) dengan artikel ‘a’ atau plural noun (kata benda jamak).
Contoh:
           - She carried such a heavy suitcase 


Third Conditional
      Third If Conditional menceritakan tentang apa yang dapat terjadi di masa depan namun sudah dipastikan tidak akan terjadi (no possibility).
Contoh kalimat:
              - If James won the game show, he would have bought a house
      Kalimat diatas menunjukkan bahwa bila seandainya James memenangkan game show tersebut, ia sudah pasti menggunakan hadiahnya untuk membeli rumah. Namun kenyataannya James tidak menang dalam game show tersebut sehingga ia tidak dapat membeli rumah.

Struktur dari kalimat third if conditional:

If + Past Perfect (Subject + had + verb 3) + Subject + would have + Verb 3
Contoh kalimat:
              -If I had saved a lot of money, I would have gone travelling.
      Conditional sentences merupakan kalimat bersyarat yang memiliki dua klausa (induk kalimat dan anak kalimat) yang dihubungkan menggunakan kata “IF”.

 First Conditional
If + S + V1, S + will + V1 + O
Contoh Kalimat First Conditional Sentences :
- If I have free time, I will play football

Second Conditional
If + S + v2, S + would + v1 + O
Contoh Kalimat Second Conditional
-If I married with Nina, I would be happy.

DIRECT dan INDIRECT SPEECH
     Direct Speech adalah kalimat yang diucapkan langsung dari si pembicara.Kalimat tersebut tidak diubah atau ditambah
Contoh :
     -Erfin said, “I am so happy”.
     Indirect Speech adalah kalimat yang berasal dari kalimat langsung yang diceritakan kembali dalam bentuk yang lain.
Contoh :
-Erfin said that he was so happy
    
     Jika Kata Kerja dalam induk kalimat bentuknya adalah PRESENT dan PRESENT PERFECT
atau adanya suatu keterangan yang umum pada induk kalimat, maka tidak ada
perubahan waktu dalam Kalimat tidak langsung.
Contoh :
-She asks me, “Are you sleepy?” She asks me wether I am sleepy



Sumber
http://inggrisonline.com/perbedaan-penggunaan-some-dan-any-much-many-a-lot-of/
http://www.hanibi.com/2013/10/penggunaan-some-any-many-much-lot-of.html#.VQvGWtKUdg0
http://inggrisonline.com/perbedaan-penggunaan-some-dan-any-much-many-a-lot-of/
http://www.ef.co.id/englishfirst/englishstudy/penggunaan-a-an-dan-the-dalam-bahasa-inggris.aspx
http://www.carabelajarbahasainggrisoke.com/2014/06/perbedaan-penggunaan-article-a-an-the-dalam-bahasa-inggris.html
http://www.ef.co.id/englishfirst/englishstudy/kalimat-pasif-simple-present-tense.aspx
http://tensesbahasainggris.net/tenses/present-continuous-tense
http://khairina94.blogspot.co.id/2013/05/have-something-done.html
http://www.belajarbahasainggris.us/2012/04/penjelasan-direct-dan-indirect-speech.html
http://www.studybahasainggris.com/direct-and-indirect-speech-materi-bahasa-english
http://cepatbisainggris.com/2014/04/04/pengertian-dan-contoh-conditional-sentences
http://www.ef.co.id/englishfirst/englishstudy/third-if-conditional-dalam-bahasa-inggris.aspx
http://www.tipsbelajarbahasainggris.com/cara-membuat-question-tag

Minggu, 22 Januari 2017





Disusun Oleh :
HAFIDH FAJARI (13216131)
ALAN SUPARLAN (10216476)


Kelas : 1EA12


MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
 
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK










KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, saya bisa menyusun makalah yang membahas tentang ilmu Budaya Dasar. Tak lupa penulis mengucapkan trimakasih kepada berbagai pihak yang telah memberi dorongan dan motivasi.      Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh dari itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna menyempurnakan makalah ini menjadi lebih baik. 
Saya juga minta maaf apabila terdapat kesamaan dalam pembuatan tugas softskill ini, saya juga tak akan lupa mencantumkan link pembahasan dari website yang saya ambil.


Depok, 23 Januari 2017

Penyusun



                                                                           BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar belakang
        
      
Pengertian ilmu budaya dasar identik dengan basic humanities yang berasal dari kata latin humanities yang artinya manusia berbudaya dan halus. Dengan mempelajari ilmu budaya dasar diharapkan seseorang menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
       Ilmu budaya dasar /basic humanities tidak identik dengan ilmu budaya (the humanities). Ilmu budaya dasar mencakup keahlian filsafat, agama, seni dan sejarah. Tetapi budaya dasar bukanlah ilmu tentang berbagai budaya melainkan mengandung pengertian umum tentang konsep-konsep dan teori-teori budaya yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan.
      Perdebatan terhadap masalah budaya ini dilakukan dengan menggunakan pengetahuan budaya baik dengan menggunakan satu keahlian (disiplin) ataupun dengan menggunakan pendekatan berbagai keahlian.
     Tujuan ilmu budaya dasar menurut Dr Budidarma adalah untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikal terhadap masalah-masalah budaya sehingga daya tangkap persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya
           Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini.  Manusia sebagai makhluk Tuhan YME ciptaan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikanya secara turun temurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari dan juga dari kegiatan-kegiatan yang sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
           Manusia  memiliki kehidupan yang sangat rumit, mereka tidak dapat hidup sendiri, oleh karena itu mereka pasti memiliki hubungan dengan segala sesuatu di dalam ruang lingkup hidupnya, baik itu hubungan dengan sang pencipta, sesama manusia, lingkungan sekitarnya maupun dengan mahluk lain di alam ini. Semua aspek relasi hidup tersebut haruslah terpenuhi secara merata.
          Tentunya manusia perlu beradaptasi dengan keadaan lingkungan hidup di sekitarnya karena itu merupakan tahap awal pembelajaran untuk dapat menjadi pribadi yang berkualitas. Dimulai dari pemahaman tentang norma dan nilai yang berlaku sampai kepada ilmu pengetahuan yang luas.
           Sosialisasi antara sesama manusia yang berwawasan akan membentuk suatu kebudayaan. Kebudayaan tersebut akan menjadi suatu bukti perkembangan hidup manusia.
                Manusia merupakan salah satu dari mahluk hidup yang secara tidak langsung dipengaruhi oleh keadaan lingkungan hidup sekitarnya, baik secara vertikal (genetika,tradisi) maupun horizontal (geografik, fisik, dan social), setiap manusia memiliki banyak kebutuhan untuk bertahan hidup. Kebutuhan-kebutuhan tersebut didapatkan dari lingkungan. Oleh karena itu, lingkungan memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia.
                Manusia sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan  Tuhan yang lain. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu.  menanamkan akal dan pikiran kepada manusia agar dapat digunakan untuk kebaikan mereka masing – masing dan untuk orang di sekitar mereka. Manusia diberikan hawa nafsu agar mampu tetap hidup di bumi ini. Salah satu hakekat manusia lainnya ialah manusia sebagai makhluk sosial, hidup berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi.


1.2
  Rumusan Masalah
             Berdasarkan latar belakang masalah diatas,  penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut.
               1.Apa yang dimaksud dengan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial?
               2.Bagaimana interaksi sosial dan sosialisasi dalam kehidupan manusia sebagai makhluk  individu dan makhluk sosial ?
\

       1.3  Tujuan
            Sejalan dengan rumusan masalah diatas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan:
                1.Hakikat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
                2.Interkasi sosial dan sosialisasi dalam kehidupan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.




BAB II
PEMBAHASAN
a. Manusia
Terdapat beberapa definisi manusia antara lain:
  1. Manusia adalah makhluk utama, yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural,   manusia mempunyai jiwa bebas dan hakikat hakikat yg mulia.
  2.  Manusia adalah kemauan bebas.
  3. Manusia adalah makhluk yg sadar.Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan, ia memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi dari pengamatan, dan mampu menganalisa masing-masing realita dan peristiwa.
  4. Manusia adalah makhluk yg sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satuna makhluk hidup yg mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri ia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.
  5. Manusia adalah makhluk kreatif. Aspek kreatif tingkah lakunya ini memisahkan dirinya secara keseluruhan dari alam.
  6. Manusia adalah makhluk idealis, pemuja yg ideal. Dengan ini berarti ia tidak pernah puas       dengan apa yg ada, tetapi berjuang untuk mengubahnya menjadi apa yg seharusnya. Idealisme adalah faktor utama dalam pergerakan dan evolusi manusia.
  7. Manusia adalah makhluk moral. Di sinilah timbul pertanyaan penting mengenai nilai.Nilai terdiri dari ikatan yg ada antara manusia dan setiap gejala, perilaku, perbuatan atau dimana suatu motif yg lebih tinggi daripada motif manfaat timbul.
  8. Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yg bersifat istimewa dan mulia. Ia memiliki kemauan, ikut campur dalam alam yg independen, memiliki kekuatan untuk memilih dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup melawan kehidupan alami.



b. Hakekat Manusia
    1. Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
   2. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
   3. yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
   4. Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
   5. Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati.
   6. Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas.
   7. Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
   8. Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
c. Unsur-unsur Manusia
Sebenarnya ada banyak sekali unsur-unsur yang membangun manusia, namun dari sekian banyak unsur-unsur itu, di sederhanakan menjadi 2 klasifikasi, yaitu:
   1. Unsur Jasmani
       Unsur jasmani adalah semua hal yang berhubungan dengan kebutuhan fisik manusia, seperti makan, minum, dan lain – lain. Yang jika tidak di penuhi maka akan berakibat buruk bagi manusia itu.
   2. Unsur Rohani
       Sedangkan unsure rohani adalah semua hal yang berhubungan dengan kebutuhan rohani, atau hati manusia, seperti agama atau keyakinan, ketenangan hati, rasa aman, rasa bahagia dan lain-lain.
Unsur-unsur lain yang membentuk manusia adalah :
   1. Jasad : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan difoto dan menempati ruang dan waktu.
   2. Hayat : mengandung unsur hidup, yang ditndai dengan gerak.
 3. Ruh :bimbingan dan pimpinan tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami  kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
   4. Nafs : diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.
  

d. Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya
      Manusia sebagai makhluk yang berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil, maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya.
       Manusia mempunyai tingkatan yang lebih tinggi dari makhluk lainnya, manusia juga mempunyai akal yang dapat memperhitungkan tindakannya melalui proses belajar yang terus-menerus.Oleh karena itu manusia harus bersosialisasi dengan lingkungan, yang merupakan pendidikan awal dalam suatu interaksi sosial. Hal ini menjadikan manusia harus mempunyai ilmu pengetahuan yang berlandaskan ketuhanan. Karena dengan ilmu tersebut manusia dapat membedakan antara yang hak dengan yang bukan hak, antara kewajiban dan yang bukan kewajiban. Sehingga norma-norma dalam lingkungan berjalan dengan harmonis dan seimbang. Agar hasil dari pendidikan, yakni kebudayaan dapat diimplementasikan dimasyaakat.
        Dengan demikian dapat kita katakan bahwa kualitas manusia pada suatu negara akan menentukan kualitas kebudayaan dari suatu negara tersebut, begitu pula pendidikan yang tinggi akan menghasilkan kebudayaan yang tinggi. Karena kebudayaan adalah hasil dari pendidikan suatu bangsa.
Karena itu jadilah manusia yang berbudaya. Dengan menjadi manusia yang berbudaya maka masyarakat akan memiliki sikap yang berakal budi, bermoral, sopan dan santun dalam menjalani kehidupan diri sendiri ataupun berbangsa dan bernegara. Sikap Dan sifat manusia yang berbudaya itu juga yang akan menjadikan bangsa Indonesia bangsa yang besar yang memiliki jati diri sendiri sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat.
Manusia berbudaya yang seutuhnya adalah makhluk yang selalu aktual, yang terus-menerus belajar dan menempuh pendidikan untuk mengembangkan kepribadiannya, mengembangkan konsep tujuan hidupnya, melakukan pembaharuan sesuai kemajuan zaman, meningkatkan keterampilan dan daya nalar, semakin jelas arah hidupnya untuk apa dan mau kemana.

e. Manusia sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial
     Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melalui medium kehidupan sosial.
     Esensi manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia tentang status dan posisi dirinya adalah kehidupan bersama, serta bagaimana tanggungjawab dan     kewajibannya di dalam kebersamaan



Manusia Sebagai Makhluk Individu

      Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.
      Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individi ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.
     Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang sama persis. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Ligkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana eorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.
      Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.
      Menurut Nursid Sumaatmadja (2000), kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seeorang.



Manusia sebagai Makhluk Sosial
      Menurut kodratnya manusia selain sebagai makhluk individu, mereka juga merupakan makhluk sosial. Adapun yang dimaksud dengan Istilah sosial adalah ”Sosial” berasal dari akar kata bahasa Latin Socius, yang artinya berkawan atau masyarakat. Sosial memiliki arti umum yaitu kemasyarakatan dan dalam arti sempit mendahulukan kepentingan bersama atau masyarakat. Adapun dalam hal ini yang dimaksud manusia sebagai makhluk sosial adalah makhluk yang hidup bermasyarakat, dan pada dasarnya setiap hidup individu tidak dapat lepas dari manusia lain. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya.Seperti kita ketahui bahwa sejak bayi lahir sampa iusia tertentu manusia adalah mahkluk yang tidak berdaya, tanpa bantuan orang orang disekitar iatidak dapat berbuat apa-apa  dan untuk segala kebutuhan hidup bayi sangat tergantung pada luar dirinya sepert iorang tuanya khususnya ibunya. Bagisi bayi keluarga merupakan segitiga abadi yang menjadi kelompok sosial pertama dikenalnya.  Pada perjalanan hidup yang selanjutnya keluarga akan tetap menjadi kelompok pertama tempat meletakan dasakepribadian dan proses pendewasaan yang didalamnya selalu terjadi “sosialisi”  untuk menjadi manusia yang mengetahui pengetahuan dasar, nilai-nilai, normasosial dan etika-etika pergaulan.
      Manusia dapat di katakan makluk sosial karena pada dirinya terdapat dorongan untuk berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain, dimana terdapat kebutuhan untuk mencari berteman dengan orang lain yang sering di dasari atas kesamaan ciri atau kepentingan masing-masing. Manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Tanpa bantuan manusia lainnya,   manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya. Makhluk sosial adalah makluk yang terdapat dalam beragam aktivitas dan lingkungan sosial.

f. Interaksi Sosial dan Sosialisasi dalam Kehidupan Manusia sebagai   Makhluk  individu dan Sosial
      Manusia sebagai mahkluk sosial dalam kehidupan sehari-harinya pasti membutuhkan orang lain. Proses interaksi dan sosialisasi selalu terjadi kapan dan dimanapun manusia itu berada. Dalam hal ini bentuk interaksi sosial sangat bermacam-macam.Pola sosialisasi pun ada bermacam-macam.Untuk lebih jelasnya uraian mengenai interaksi sosial dan sosialisasi adalah sebagai berikut
 a.  Interaksi Sosial.
     Manusia dikenal sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.Dikatakan makhluk sosial karena manusia sebagai individu saling membutuhkan dan saling berinteraksi dengan manusia atau individu lainnya. Oleh sebab itu manusia sebagai makhluk sosial sangat membutuhkan orang lain pada hidupnya untuk saling memberi, menolong, dan melengkapi satu sama lain.
     Adapun pengertian interaksi sosial menurut Effendi (2010:46) adalah kata interaksi berasal dari kata inter dan action. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik saling mempengaruhi antar individu, kelompok social, dan masyarakat. Dalam hal ini berarti bahwa manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak lepas dari hubungan dengan manusia lainnya.Interaksi juga berarti bahwa setiap manusia saling berkomunikasi dan mempengaruhi bisa dalam pikiran maupun tindakan.
     Menurut Gillin dan Gillin (Effendi, 2010:46) menyatakan bahwa interaksi sosia adalah hubungan-hubungan antara orang-orang secara individu, antar kelompok, orang, dan orang perorangan dengan kelompok.Dalam hal ini interaksisosial bisa dilakukan oleh orang perorangan, bisa oleh kelompok, juga bisa perorangan dengan kelompok.
     Interaksi sosial dimulai dari hal yang terkecil yaitu saling menegur, menyapa, berjabat tangan, saling berbicara dan lain-lain. Bahkan dalam pertengkaran atau perkelahianpun termasuk interaksi sosial.
     Faktor yang pertama adalah imitasi, imitasi merupakan proses peniruan. Kita sebagai makhluk sosial selalu membutuhkan orang lain termasuk dalam hal meniru perilaku orang lain yang positif bagi kita. Peniruan sudah dilakukan pada rentan anak usia dini. Anak usia dini merupakan peniru yang ulung, maka dari itu sikap dan perilaku setiap orang dewasa perlu dijaga dan diperhatikan agar peniruan yang dilakukan anak usia dini bersifat positif. Pada proses peniruan ini mudah berubah-ubah karena perkembangan teknologi didunia ini berlangsung secara global dan sangat cepat.
     Yang kedua yaitu Sugesti, sugesti adalah suatu proses dimana seorang individu menerima pendapat atau pandangan dari orang lain tanpa adanya kritik terlebih dahulu. Sugesti merupakan pengaruh psikis yang datang dari dirinya sendiri maupun orang lain. Orang akan mudah menerima sugesti dari orang lain ketika seseorang sedang ada pada kondisi yang dilematis. Dalam hubungan interaksi sosial, arti Imitasi dan sugesti hampir sama perbedaannya adalah dalm imitasi seseorang mengikuti atau meniru orang lain, sedangkan pada sugesti seseorang memberikan pandangan atau pendapat menurut dirinya dan diterima oleh orang lain.
     Yang ketiga yaitu Identifikasi, dalam psikologis identifikasi berarti dorongan untuk menjadi identik atau dorongan untuk menjadi sama dengan orang lain, baik secara lahir maupun batin.
     Faktor yang keempat yaitu simpati, simpati yaitu perasaaan yang timbul pada orang lain atas dasar penilaian menurut perasaan didalam dirinya.




Bentuk Interaksi Sosial        
   Ada beberapa bentuk interaksi sosial yaitu:
    §   Kerjasama (cooperation),
    §   Persaingan (competition), dan
    §   Pertentangan (conflict).
    Menurut Gillin dan Gillin bentuk kerjasama dibagi dalam dua proses yang didalamnya terdapat bentuk bentuk khusus. Yang pertama yaitu proses Asosiatif terdiri dari 2 bentuk khusus yaitu akomodasi dan asimilasi. Yang kedua yaitu proses Disosiatif, disosiatif terdiri dari tiga bentuk khusus yaitu Persaingan (competition),    Kontravnersi (contravention), dan Pertentangan (conflict).
         1.Bentuk Interaksi Asosiatif
            a.Kerjasama (cooperation)
                Kerjasama merupakan salah satu bentuk  interaksi sosial yang sering terjadi              dimasyarakat pada umumnya. Kerjasama menggambarkan sebagian besar bentuk interaksi sosial. Dan setiap bentuk interaksi sosial dapat ditemukan pada setiap kelompok manusia. Kerjasama timbul karena orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya atau kelompok yang lainnya.
Ada tiga bentuk kerjasama yang biasa dilaksanakan yaitu:
    Ø   Bargaining, yaitu pelaksanaan kerjasama atau perjanjian antara dua organisasi atau lebih mengenai pertukaran barang dan jasa.
    Ø   Cooperation, yaitu penerimaan unsur baru dalam kepemimpinan atau dalam pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai salah satu cara untuk menghindari kegoncangan dalam stabilitas organisasi tersebut.
    Ø   Coalition, yaitu kombinasi antar dua organisasi atau lebih yang mempunyai pandangan dan tujuan yang sama.
                             b.Akomodasi (accomodation)
                    Dalam interaksi sosial, istilah akomodasi berarti suatu kenyataan adanya keseimbangan dalam interaksi orang perorangan dan kelompok manusia sehubungan dengan nilai dan norma yang berlaku dimasyarakat.
Ada beberapa bentuk akomodasi, diantaranya:
     Ø   Coertion adalah bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya suatu paksaan.
     Ø   Compromise adalah salah satu bentukakomodasi dimana pihak yang terlibat perselisihan mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan tersebut.
     Ø   Arbitration adalah suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak yang berselisih tidak sanggup untuk mencapainya sendiri.
     Ø   Mediation cara untuk mencapai penyelesaina dalam perselisihan dengan cara menghadirkan orang ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada.
     Ø   Concilitation adalah usaha untuk mengabulkan atau mempertemukan keinginan pihak yang berselisih agar tercapainya suatu persetujuan bersama.
     Ø   Tolerantion adalah bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal. Contohnya toleransi dalam beribadah.
     Ø   Stelemate adalah suatu akomodasi dimana pihak pihak yang berkepentingan mempunyai yang seimbang, berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangannya.
    Ø   Adjudication adalah perselisihan perkara atau sengketa dipengadilan.



                                                           
BAB III
                                                 PENUTUP

Kesimpulan
      Manusia sebagai mahluk individu artinya manusia merupakan satu kesatuan antara jasmani dan rohani. Seseorang dikatakan sebagai individu apabila kedua unsur tersebut menyatu dalam dirinya.
      Selain sebagai makhluk individu juga, manusia adalah makhluk sosial. Salah satunya dikarenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain yang satu sama lain saling membutuhkan. Untuk menjadi pribadi yang bermakhluk sosial setiap individu dihadapkan dengan sosialisasi, yaitu suatu proses  dimana seseorang belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat.
                                                                               Saran
           Setiap individu hendaknya sadar bahwa mereka adalah sebagai makhluk individu dan   makhluk sosial, sehingga mereka mampu menghargai satu sama lain dalam arti tidak mengambil hak orang lain ketika bertindak sebagai makhluk sosial dan sebaliknya.





DAFTAR PUSTAKA